Punya Anak bukan Berarti Enggak Bisa Jalan-jalan

Ketika masih dalam masa penantian buah hati dulu, enggak sedikit yang bilang ke aku, “Puas-puasin dahh mainnya berdua. Nanti kalau udah punya anak, susah!” Dan kadang, kuakui bahwa kalimat tersebut juga secara enggak sadar aku lontarkan ke teman-teman yang galau karena belum punya anak. Padahal, maksudku ingin memberi semangat aja, enggak lebih.

Baru-baru ini, aku merenungkan kembali kalimat kalau udah punya anak enggak bisa/bakal susah jalan-jalan. Hasilnya apa? Ternyata, aku salah. Ini cuma semacam “kepercayaan” yang turun temurun diwariskan. Padahal, punya anak bukan halangan buat bisa jalan-jalan. Meski kondisinya sedikit berbeda, tapi kan at least masih bisa.

Sejak jadi ibu, bahkan sebenarnya sejak hamil, aku termasuk sering jalan. Tentu bersama bocah, ya. Yang itu semakin menguatkan bahwa punya anak enggak bisa jalan-jalan itu cuma mitos.

Itu sebabnya di blog ini, aku ingin berbagi cerita bahwa sejatinya punya anak itu harusnya justru lebih sering jalan-jalan. Bukankah mereka adalah calon penjelajah kehidupan. Bukankah mereka ini lagi senang-senangnya mengeksplor sekaligus belajar. Toh, jalan-jalan bersama anak enggak harus yang mahal atau jauh, yang dekat dan murah banyakk. Dan bukankah itu bagus karena mereka akan lebih mengenal lingkungan sekitar?

Untuk kondisi saat ini, pandemik coronavirus, mungkin memang enggak bisa sebebas dulu. Namun yang jelas dalam kondisi normal, outing bersama anak itu sesungguhnya menyenangkan dan penuh tantangan.

Percayalah, ketika akhirnya berhasil berkegiatan di luar bersama anak, kita akan ketagihan.

Leave a comment