5 Cara “Jalan-jalan” dari Rumah

Sebenarnya, beberapa cara yang akan kusebut ini duluuu bangett sering aku lakukan. Bedanya, sekarang malah makin ditunjang dengan teknologi canggih. Jadi yaa praktiknya sangat-sangat mudah selama mauu.

Yess, enggak harus nunggu kondisi seperti sekarang kok untuk enggak bisa jalan-jalan atau keluyuran ke mana aja. Faktanya, banyak juga yang jauhhh sebelum ada pandemi corona inii, lingkup kehidupannya cuma seputaran sekolah/kampus, tempat ngajar/kerja, tempat ibadah, warung sebelah, dan rumah teman. Banyakkk kok yang gini. Salah satunya, aku (saat masih jomlo alias belom nikah).

Seperti yang pernah kujelaskan di postingan sebelumnya, bahwa aku bisa bebas ke mana aja (yang sering juga sendirian) justru setelah berstatus sebagai istri. Thanks to suamiku yang baik hati dan pengertian. Sebelum itu, kalau pun ke tempat yang jauhan dikit misal ke Jakarta ke rumah saudara, pasti harus ditemanin (padahal maunya sih sendiri). 😀 Artinya, rumah bukan tempat yang “horror” buatku, bukan tempat yang jarang disambangi. Saat masih single, kalau emang enggak ada acara penting seperti kuliah/ngajar/ke toko buku/menghadiri acara tertentu, aku ya udah otomatis berada di rumah.

Dalam kondisi darurat seperti sekarang, sebenarnya di rumah pun bisa “jalan-jalan”, kok. Yaa, walau pastinya bedaa. Tapii, at least, kita bisa sedikit “menghirup” udara segar meski dengan cara berbeda.

Gimana, tuh?

1. Baca buku traveling

Duluuu bangett, aku suka pinjam buku-buku bertema traveling di perpustakaan konvensional. Senang banget deh bacanya, serasa ikut diajak pergi. Bukannya ngenes ya, tapi namany kreatif. Xixixi.

Beberapa contoh buku tema traveling di Gramedia Digital

Nahh, zaman sekarang mah lebih canggih lagii. Di gramedia digitall, ada banyakkk bangett buku bertema traveling yang bisa kita baca (tapi beli dulu). Tinggal pilih aja mau yang mana. Kalau aku sih suka buku yang antimainstream, misal baru-baru ini baca traveling ke Korut lanjut Bus Diaries yang mengupas traveling rada-rada bikin jantungan di negara-negara Amerika Latin.

2. Baca blog traveling

Duluuu, aku suka bacaa blognya Trinity & Agustinus Wibowo. Kalau sekarang sih udah merambah ke yang lain. Hehe.

3. Lihat youtube, terutama liputan oleh orang yang bahasanya beda, itung-itung melatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa yang bukan bahasa ibu.

Sebelum era youtube sih paling aku nonton apa yang ada di TV. Kan banyak tuh acara petualangan baik dari dalam maupun luar. Tapi setelah youtube mulai berkibar dan makin ke sini makin ngehitss, aku beralih ke dia karena kita bisa milih mau lihat apa dan yang mana. Tinggal masukkan keyword aja, kan. Misal sebelum pindah ke Tsukuba, aku cari tahu seperti apa tempat yang masuk Prefektur Ibaraki ini.

4. Browsing mandiri di google

Jauhhh sebelum ada virus coronaa dan jauhh sebelum ada sarann “jalan-jalan” di rumah aja, aku udah lumayan sering melakukannya secara mandiri via google. Maksudny, emang udah dari lubuk hati yang terdalam pengin kepooo sebagai tambahan pengetahuan. Caranya? Tinggal browsing aja tempat yang ingin kuketahui. Biasanya sih aku pengin tahu yang aneh-aneh: tempat terpadat di dunia, tempat paling jorok, kondisi sehari-hari masyarakat pegunungan tertentu, akses ke sini/situ, tempat yang jarang penduduknya, kisah keliling dunia dengan jalan kaki/naik sepeda, dann… masih banyak lagi. Lumayan banget loh bacanya. Melatih kepekaan juga tentunya.

5. Bikin catatan perjalanan, terserah bentuknya apa, poinnya kita bisa “nyampah”, syukur-syukur kalau bermanfaat buat yang lain

Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan. Ke rumah tetangga sekali pun namanya juga perjalanan, kan. Kenapa enggak ditulis aja dalam bentuk diari atau blog. Enggak ada yang kecil atau sepele. Buatku, perjalanan ke halaman rumah aja pasti juga ada hikmah yang bisa didapat.

Kalau kondisi sekarang misalnya yang notabene masih belum boleh bergaul, kita bisa pakai cara lain, misal “30 Hari WA Teman-teman Lama”. Ini juga jalan-jalan, perjalanan hati. 😀

Hari I: WA si A, ditanggepin dingin

Hari II: WA si B, langsung diajak gabung MLM

Hari III: WA si C, dapat tawarann kerjaan

dst

Ide catatan perjalanan lain? Masih banyakk, salah satunya 30 hari menulis tempat-tempat yang ingin dikunjungi beserta alasannya.

Ada yang lain? Percayalah, keterbatasan menumbuhkan kreativitas. Semangat, ya. Jangan lupa bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s